Prestasi Mahasiswa

Masa pandemi rupanya tidak menghalangi tiga mahasiswa Prodi Geofisika Universitas Bengkulu untuk tetap produktif. Mereka adalah Syafa’at Habibullah, Eko Heru Purwanto, dan Alda sulistiani, yang kini memasuki tahun kedua dalam studi mereka. Berdasarkan info yang kami dapatkan dari ketua tim tersebut yaitu saudara Habib begitu dia akrab disapa, bahwa mereka mendapatkan informasi perlombaan tersebut dari salah satu dosen mereka yang begitu mereka kagumi yaitu bapak Nanang Sugianto S.Si., M.Sc.

“ beliau saat itu memanggil saya keruangannya di Prodi, kemudian menawarkan kepada saya untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah nasional yang diadakan pihak UNNESS, saya pun mengiyakan” papar habib.

Setelah pertemuan itu, habib memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang perlombaan tersebut. Diketahui bahwa lomba tersebut merupakan ajang tahunan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiwa Teknik Universitas Negeri Sebelas Maret, dengan mengusung tema Green Scientific Competition, “Inovasi Generasi Muda Sebagai Agent of Change Dalam Mengembangkan IPTEK Dan Sumber Daya Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.

“Setelah mendalami dan mencari info sebanyak-banyaknya dari lomba tersebut, Habib berkonsultasi dengan pak Nanang selaku dosen pembimbing untuk menentukan anggota tim dan beliau membebaskan Habib untuk merekrut anggota tim dan memutuskan untuk mengajak dua teman saya di prodi yang sama yaitu Eko dan Alda. Hal ini didasarkan dari pandangan Habib terhadap keduanya yang memiliki skill berbeda dan saling melengkapi. Selain itu, pemilihan rekan tim dari prodi yang sama adalah agar karya yang diciptakan tetap mengambil background prodi kami yaitu Geofisika” tutur pemuda berusia 18 tahun ini.

Mekanisme perlombaan ini diawali oleh pengumpulan abstrak yaitu pada tanggal 14 – 28 Februari yang kemudian diperpanjang hingga 15 april dengan alasan pandemi Covid-19.  Dalam perlombaan ini terdapat beberapa tema yaitu:

  1. Teknologi
  2. EnergI Terbarukan
  3. Pertanian
  4. Mitigasi Bencana
  5. Sosial Budaya
  6. Ekonomi
  7. Ketahanan Pangan
  8. Pendidikan
  9. Kesehatan

Kemudian akhirnya mereka memutuskan untuk mengambil tema mitigasi bencana dengan judul karya

“Pemetaan Ketebalan Lapisan  Lapisan Sedimen Untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi di Kota Bengkulu”.

Pengambilan lokasi kota Bengkulu didasari oleh lokasinya yang tidak berjauhan dengan kampus dan Bengkulu yang termasuk bagian dari daerah sesar aktif.  Setelah itu, mereka akhirnya dinyatakan lolos seleksi abstrak mengalahkan ratusan peserta lain dan masuk sebagai 100 besar finalis yang berhak mengirimkan full paper karyanya. Namun, akhirnya langkah mereka harus terhenti setelah pengumpulan full paper dan harus puas dengan gelar semifinalis. “Namun, hal tersebut menjadi batu loncatan yang cukup membanggakan untuk mereka karena hal ini merupakan pengalaman pertama mereka dan awal dari prestasi-prestasi selanjutnya, insyaAllah” Tutupnya.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column][/vc_column][/vc_row]