Penerapan Teknologi Aquaponic melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis IPTEKS UNIB Tahun 2021

PPM atau sering disebut Program Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu program sekaligus peran seorang dosen dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Program ini adalah salah satu bentuk nyata peran Perguruan tinggi yang dalam hal ini adalah Universitas Bengkulu dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Universitas Bengkulu melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memberikan peluang bagi dosen-dosen Universitas Bengkulu untuk terlibat aktif dalam kegiatan hibah PPM setiap tahunnya. 

Tahun 2021 ini, salah satu dosen Program Studi Geofisika melakukan PPM dengan judul “Teknologi Aquaponic untuk Optimalisasi Produksi Ikan Air Tawar dan Tanaman Hortikultura pada Usaha Mikro Milik RT. 12, RW. 01 Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu”. Program ini diketuai oleh Nanang Sugianto, S.Si., M.Sc (S1 Geofisika FMIPA UNIB) dengan anggota Ferzha Putra Utama (S1 Teknik Sistem Informasi UNIB) dan Maya Angraini FU, S.Pi., M.Si (S1 Ilmu Kelautan UNIB). Sesuai dengan judulnya, khayak sasaran dalam kegian PPM berbasis IPTEKS ini adalah kelompok usaha bersama RT 12.  RW. 01 Kelurahan Sukamerindu Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu. Program ini berlangsung mulai dari Juli hingga November 2021.

Monitoring kegiatan oleh Tim LPPM

Pada kegiatan ini, tim pengabdian bersama khalayak sasaran melakukan modifikasi pada kolam akuakultur (kolam terpal) menjadi seperangkat teknologi lain yang mengkombinasikan teknologi akuakultur dan hidroponik. Kombinasi kedua teknologi ini disebut sebagai teknologi aquaponic. Dalam pelaksanaannya, melalui kegiatan ini khalayak sasaran dikenali, diberi pengetahuan, dilatih dan didampingi untuk menerapkan Teknologi Aquaponic baik pendidikan pada sesi kelas maupun praktik lapangan. Secara keilmuan, teknologi aquaponik banyak menerapkan ilmu sains seperti ilmu fisika, ilmu biologi dan ilmu kimia. Hal ini dapat ditemui pada penerapan sistem filterasi air kolam pada sistem akuakultur untuk menghilangkan dan mengubah racun dan sisa metobolisme ikan menjadi nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman dan ikan. Tidak hanya ikan budidaya, penerapan teknologi aquaponic juga memberikan hasil tanaman sayuran (dari sistem hidroponik) yang bermanfaat bagi khalayak sasaran. Jika dikembangkan lebih lanjut, maka teknologi ini dapat menjadi salah kegiatan khalayak sasaran untuk mendapatkan money income tambahan selain hasil jual ikan budidaya. Terpenting, penerapan teknologi aquaponic diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat setempat. Selain mudah diterapkan, teknologi ini juga ekonomis dan terjangkau. Masyarakat sekitar dapat mempelajari dan mencontoh budidaya ini sehingga dapat diterapkan di pekarangan masing-masing.

Kenampakan teknologi aquaponik yang telah diimplementasikan

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *